PASURUAN – Kamis, 26 November 2020 ITSNU Pasuruan kedatangan tamu dari LPTPBNU yaitu Gus M. Afifi, MH  selaku wakil ketua LPTPBNU dari Jakarta. Bertempat di Media Center PCNU Kabupaten Pasuruan kegiatan sharing Rektor ITSNU Pasuruan Bapak Abu Amar Bustomi, M.Si dengan wakil ketua LPTPBNU berlangsung. Kunjungan Gus M. Afifi, MH tersebut dalam rangka akan mendampingi penguatan kelembagaan LPTNU di Lamongan pada tanggal 27 November 2020 dan menyempatkan singgah ke ITSNU Pasuruan. LPTPBNU sendiri merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang bertugas mengembangkan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia. Suatu kehormatan dan kesempatan bagi ITSNU Pasuruan mendapat kunjungan dari wakil ketua LPTPBNU dimana ITSNU Pasuruan memiliki harapan-harapan yang besar terhadap sinergitas dengan LPTNU di Jakarta terkait dengan penguatan kelembagaan termasuk jejaring baik di Nasional maupun Internasional. 

Wakil ketua LPTPBNU, Gus M.Afifi, MH memaparkan bahwa Visi Misi utama LPTPBNU yaitu untuk mengamalkan ahlu sunnah wal jama’ah. Kewajiban anggota PBNU dari 258 itu harus 2 sks minimal harus ada mata kuliah pendidikan Aswaja dan ke-NU-an serta harus mengamalkannya juga. Ada harokahnya juga a’malnya, a’maliyah an-nahdliyah ada istighosah dan seterusnya. Beliau berpesan jangan sampai kemudian fiqrohnya sudah nadliyah, a’maliyah nahdliyah tapi harokahnya tidak nahdliyah maka itu yang harus perlu diamankan di lingkungan pendidikan NU. Karena kita di perguruan NU maka semakin banyak anggota semakin banyak kolaborasi, semakin bagus. Karena kekuatan kolaborasi di LPTNU akan menjadi kekuatan besar yang bisa bersaing ditingkat Internasional. Sehingga dapat ditarik kesimpulan satu prinsip utama dalam penguatan kelembagaan yaitu Aswaja.

Selain itu wakil ketua LPTPBNU juga berpesan sebelum beranjak untuk ITSNU Pasuruan yang sedang percepatan menuju Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan (UNU Pasuruan) bahwa aspek yang harus diperhatikan jika akan melakukan perubahan bentuk menjadi Universitas yaitu kesolidan pimpinan dan peran penting Kyai-Kyai PCNU yang memberikan dorongan sehingga PCNU tinggal menerima perintah dari Kyai-Kyai di pasuruan untuk segera memproses. Hal yang harus dilakukan yaitu upaya menuntaskan akreditasi , minimal prodi. 

Selengkapnya dapat dilihat video berikut.